Lanjutkan Lisensi Kepelatihan, Pelatih Fisik PERSIS Youth Akan Memegang Lisensi Tertinggi di Indonesia

Kabar bahagia datang dari Malaysia bahagia manajemen kepelatihan PERSIS, khususnya PERSIS Youth Academy. Pasalnya, pelatih fisik Sofie Imam Faizal atau yang akrab disapa Sofie mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan lisensi kepelatihan menjadi AFC Fitness Level 2A dan 2B yang diadakan oleh Football Association of Malaysia.


Oleh Tim Media PERSIS

5 Sep 2022


Sofie Imam Faizal siap mengikuti kursus kepelatihan AFC Fitness Level 2A dan 2B. (Dok: Tim Media PERSIS)

Kabar bahagia datang dari Malaysia bahagia manajemen kepelatihan PERSIS, khususnya PERSIS Youth Academy. Pasalnya, pelatih fisik Sofie Imam Faizal atau yang akrab disapa Sofie mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan lisensi kepelatihan menjadi AFC Fitness Level 2A dan 2B yang diadakan oleh Football Association of Malaysia.


Kesempatan ini tentu tidak disia-siakan oleh Sofie untuk dapat meningkatkan lisensi kepelatihan fisiknya menjadi jauh lebih baik. Hal ini sekaligus membuat akan membuat Sofie menjadi pelatih fisik dengan lisensi tertinggi di Indonesia. Pelatih yang sebelumnya pernah ikut menjadi bagian dari Timnas Indonesia U19 dan Sabah FC (klub yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Malaysia) tersebut merasa sangat senang dapat melanjutkan kursus kepelatihan miliknya.


“Ini lisensi spesialisasi saya sebagai pelatih fisik wajib yang diambil sesuai regulasi dan standar AFC. Sebelumnya saya sudah punya AFC Fitness Level 1A dan 1B dari 2018 saat bergabung bersama Timnas Indonesia U19. Alhamdulillah tahun ini secara mengejutkan diri saya diberi kesempatan untuk melanjutkan AFC Fitness Level 2A dan 2B yang diadakan oleh Football Association of Malaysia dan mendapatkan persetujuan AFC untuk melanjutkan kursusnya.”


Memiliki pengalaman melatih di Malaysia selama 2 tahun membuat Sofie mendapatkan respons baik untuk memperlancar proses kursusnya. Latar belakang yang ia miliki mempermudah langkahnya ke depan untuk mengikuti event AFC yang membutuhkan regulasi khusus untuk ofisial kepelatihannya, “mungkin karena saya pernah menjadi pelatih fisik Sabah FC selama 2 tahun, pembuatan recognition of experience and current competence (RECC) saya diluluskan tetapi wajib untuk melanjutkan kursus AFC Fitness Level 2. Apabila tidak mengikuti kursus ini, akan mempersulit untuk mengikuti event AFC yang menentukan regulasi tiap kebutuhan ofisial pelatih,” terangnya.


Kursus kepelatihan ini akan coba ia terapkan dan sesuaikan dengan kebutuhan sepak bola modern dewasa ini. Berbagai macam tipe permainan seperti bermain associative, vertical, dan direct mempunyai kebutuhan fisik yang berbeda-beda. Ia akan mencoba menyiapkan fisik para pemain sesuai dengan gaya permainan yang diinginkan pelatih.


“Sepak bola modern sekarang sangat berbeda dengan sepak bola 2000an ke bawah. Pelatih kepala sekarang mempunya gaya permainan yang berbeda-beda seperti bermain associative, vertical dan direct. Bagaimana cara bermain bertahan untuk counter attack maupun penyerangan fast attack mempunyai kebutuhan fisik yang berbeda-beda. Kita sebagai pelatih fisik harus bisa mempersiapkan kondisi fisik dan training analisis fisik sesuai kebutuhan pelatih kepala.”


Terakhir, Sofie akan terus mengembangkan ilmu yang dia miliki untuk diterapkan kepada bibit-bibit muda berbakat yang ada di PERSIS Youth Academy. Ia akan berusaha membentuk fisik kepada para pemain agar siap untuk berkompetisi di level tertinggi sepak bola Indonesia.

“Berbicara di PERSIS Youth, sejak pertama datang saya berusaha untuk membentuk para pemain untuk siap berkompetisi di level tertinggi sepak bola Indonesia. Para pemain harus siap baik secara strength, endurance dan proporsional tubuh. Dan juga tentu saya akan memberikan pemahaman ilmu sisi fisik sejak mudah dengan benar agar bisa dibawa sampai ke level senior.”


PERSIS Solo