Akademi PERSIS melibatkan Dokter Psikologi Timnas U16/U17, dr. Laksmiati Saraswati untuk memberikan wawasan terkait pentingnya kekuatan mental bagi atlet. Seminar bertajuk “How To Be Top Level Footballer - The Goal Setting and Support System” ini dilakukan secara daring pada Rabu (15/1) malam. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pemain dan walinya serta tim kepelatihan Akademi PERSIS.
Pada kesempatan itu, dr. Laksmiati menjelaskan kepada penggawa Sambernyawa Muda perihal perbedaan pemain dan atlet sepak bola. Menurutnya, pemain sepak bola adalah orang yang sedang bermain bola sepak. Berbeda dengan atlet yang tekun dalam berlatih dan memiliki tujuan yang ingin dicapai.
Dikatakannya, atlet pasti memiliki kekuatan mental yang baik. Mulai dari konsentrasi, kepedulian, disiplin, percaya diri hingga dorongan diri untuk memperbaiki performanya. Selain teknik, fisik dan taktik, orang yang ingin menjadi atlet harus mempunyai mental yang kuat.
“Atlet juga harus punya mental skill. Ada 9 mental skill diantaranya sikap, motivasi, goal setting dan komitmen, keterampilan sosial, self talk, mental imagery, mengatur kecemasan dan emosi serta konsentrasi,” ujarnya.
Menjadi seorang atlet juga harus memiliki keterampilan dalam membangun support system. Dia mesti harus memperkuat hubungan baik mulai dari keluarga, teman, sekolah hingga organisasi.
“Dan siapapun yang bisa mendukung karir seorang atlet juga harus dijaga hubungannya. Calon atlet harus paham situasi mana saja yang mendukung dan menghambatnya,” terangnya.
Lebih lanjut, dr. Laksmiati juga menyampaikan jika mereka yang ingin menjadi pemain sepak bola profesional juga harus memulai kebiasaan dan hal-hal kecil dengan konsisten. Misalnya berpenampilan rapi, mengatur istirahat yang cukup dan menjaga pola hidupnya.
“Selain keterampilan dan mental, tiap atlet juga harus sadar melakukan kesehariannya dengan baik. Karena ini juga akan berpengaruh pada kedisiplinannya dalam berkarir,” terangnya.

