Akademi PERSIS menggandeng Dokter Tim Nasional (Timnas) Senior, dr. Alfan Nur Asyhar untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga nutrisi dan bahaya rokok bagi tubuh pemain sepak bola. Seminar bertajuk “Pemenuhan Gizi dan Dampak Buruk Rokok atau Vape Terhadap Perkembangan VO2Max Pemain” digelar secara daring dan diikuti oleh tim kepelatihan, seluruh pemain Akademi PERSIS dan wali siswa serta pihak dari I.League pada Jumat (9/1) malam.
Dalam paparannya, dr. Alfan Nur Asyhar mengatakan, mengatur nutrisi makanan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pemain. Makanan yang dikonsumsi sangat berdampak pada stamina sehingga atlet wajib menjaga pola makannya.
“Seperti yang kita ketahui, sepak bola adalah olahraga yang cepat, intens, kompetitif dan olahraga yang menuntut kekuatan tubuh atletnya. Sehingga energi yang masuk sama dengan energi yang keluar sangat tergantung dengan apa yang kita makan setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan. Nutrisi akan mempengaruhi level kekuatan, performa dan keadaan kesehatan seorang atlet,” kata dr. Alfan.
Menurutnya, gizi atau nutrisi yang baik tidak hanya berdampak pada performa atlet secara fisik tetapi juga mental. Jika otak tidak mendapat nutrisi yang cukup, maka atlet tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Untuk itu, ia mengingatkan kepada para pemain muda untuk memulai kebiasaan menjaga pola dan waktu makan. Termasuk menakar konsumsi makanan baik itu karbohidrat, gula, lemak, cairan, vitamin dan protein.
“Dengan mengatur kualitas gizi dan makanan yang baik serta kebutuhan cairan yang cukup, atlet dapat mendisiplinkan tubuh serta pikiran mereka sehingga tingkat kinerja akan meningkat. Dan kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat dan persiapan untuk kompetisi yang akan datang pun akan jadi lebih baik,” jelasnya.
Setelah menerangkan perihal nutrisi, dr. Alfan kemudian memberikan pemahaman kepada pemain akan bahaya rokok dan vape bagi tubuh pemain. Asap rokok dan vape diakui dapat menurunkan fungsi paru-paru dan kebugaran tubuh.
“Oksigen adalah bahan bakar utama tubuh untuk membentuk energi. Dan ketika merokok dapat meningkatkan kadar karbon monoksida dalam darah, yang kemudian mengikat hemoglobin dan mengurangi jumlah oksigen yang dapat dibawa ke jaringan otot. Merokok merusak sistem pengiriman oksigen langsung ke mitokondria, yaitu pembangkit tenaga di dalam sel,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Akademi PERSIS, Rasiman mengatakan, pemahaman tentang nutrisi dan bahaya rokok bagi tubuh perlu diterapkan oleh pemain. Oleh karena itu, seminar ini diharapkan bisa menjadi pengingat pemain untuk menjaga kebugarannya.
“Karena mengacu dari tes fisik yang telah kami lakukan terutama di usia remaja, hasil tidak bisa menjadi tolak ukur. Karena ketika terus latihan tetapi pola hidup, pola makan tidak terjaga akan berdampak seiring berjalannya waktu,” bebernya.
Rasiman pun meminta agar apa yang telah dipaparkan oleh dr. Alfan bisa diserap pemain dengan baik. Ke depan, dia akan terus memberikan pemahaman kesehatan yang wajib disadari pemainnya.

