PERSIS menutup rangkaian training centre di Yogyakarta pada Sabtu (28/3). Pemusatan latihan ini diakhiri dengan internal game di Pakembinangun Soccer Field.
Pelatih Kepala PERSIS, Milomir Seslija mengatakan jika tiap pemain sudah membuat perkembangan cukup baik. Beberapa program latihan yang dirancang tim kepelatihan juga dijalankan para penggawa dengan maksimal.
Menurutnya, pemusatan latihan ini akan sangat berdampak pada ritme permainan Laskar Sambernyawa dalam melanjutkan kompetisi BRI Super League 2025/2026.
“Tujuan training centre ini adalah menciptakan kebiasaan yang baik. Tidak hanya memberikan 100%, tapi 110% pada latihan dan pertandingan. Dan juga memunculkan mental menjadi pemenang,” kata Milo sapaan akrabnya.
Pemusatan latihan ini juga menciptakan hubungan baik bagi antar pemain dan juga ofisial. Dia optimis dengan kekompakan ini, sisa laga yang akan dilakoni Laskar Sambernyawa bisa menciptakan hasil positif.
“Mereka juga membuat chemistry yang jauh lebih baik. Karena kami berada di sini selama 4 atau 5 hari bersama. Makan bersama, tidur bersama, dan berbicara bersama. Semuanya dilakukan untuk bersiap sedia pada 9 pertandingan lagi. Kami berada dalam satu visi dan ini sangat bagus,” terangnya.
Kondisi pemain selama training centre ini juga cukup memuaskan. Tak ada pemain yang mengalami masalah kebugaran di program latihan ini.
“Tidak ada yang cedera. Pemainnya melakukan dengan baik. Saya berterima kasih kepada mereka atas disiplin dan kerja keras mereka. Para pemain mempersiapkan tim kami secara taktis,” paparnya.
“Dan semua orang berjuang untuk bertahan. Ke depan tidak akan mudah lagi. Kami harus bersiap sedia secara taktis, secara teknis, secara psikologis,” tambahnya.
Lebih lanjut, Milo berharap para pemain dapat menerapkan program latihan ini dengan baik saat pertandingan nanti. Ia menekankan agar tiap pemain dapat mengontrol diri dengan baik dan cepat berbenah ketika melakukan kesalahan.
“Mereka harus mengontrol emosi. Semua orang membuat kesalahan dan harus menanggung kesalahannya. Dan saya harap mereka membuat lebih sedikit kesalahan daripada lawan dan terus mencoba untuk memenangkan pertandingan,” tandasnya.

