#TanyaBeto : Dari Jalanan Brasil, Flamengo, Hingga Ronaldo | PERSIS Solo Official Website

#TanyaBeto : Dari Jalanan Brasil, Flamengo, Hingga Ronaldo

#TanyaBeto : Dari Jalanan Brasil, Flamengo, Hingga Ronaldo

Dari cerita asal mula memilih menjadi striker, klub sepak bola kesayangan sejak kecil, hingga pesepakbola yang menginspirasi. Beto Goncalves, juru gedor Laskar Sambernyawa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari suporter PERSIS dalam sesi #TanyaBeto.

Oleh Tim Media PERSIS

14 Agustus 2021


SOLO - Juru gedor Laskar Sambernyawa, Alberto Goncalves Da Costa atau akrab dengan nama panggilan Beto telah memperkuat PERSIS sejak April lalu. Kini, dalam sesi #TanyaBeto, pemain kelahiran Brasil tersebut menjawab pertanyaan-pertanyaan dari suporter PERSIS yang masuk melalui media sosial klub. Di usia 40 tahun, Beto belum habis dan masih haus akan gelar juara. Banyak gol selama laga uji coba bersama PERSIS telah tercipta dari kaki dan kepalanya berkat insting tajam khas pemain di pos nomor 9. Terkini, Beto memborong 4 dari 7 gol yang tercipta saat laga uji coba kontra AT Farmasi 3 Juli lalu.


Naluri striker dari jalanan Kota Belem

Berawal dari pinggir jalanan kota Belem di Brasil, Beto selalu haus mencetak gol ketika bermain bola dengan teman-teman masa kecilnya. Keinginan itu muncul sejak kecil, terutama saat melihat Timnas Brasil bermain, kala melihat dua striker kondang yang pernah memperkuat Selecao, yakni Romario dan Ronaldo Nazario de Lima. Perasaan ketika Romario maupun Ronaldo mencetak gol, menjadi pemicu Beto untuk langsung mengambil bola, bermain, dan ingin merasakan atmosfer saat bola berhasil dilesakkan ke jala lawan. Dari sana, keputusan untuk menjadi seorang striker muncul. 


“Waktu kecil ketika saya bermain dengan teman-teman di pinggir jalan, saya selalu fokus mencetak gol. Apalagi waktu Timnas Brasil main ada Romario atau Ronaldo dan mereka berhasil cetak gol, itu jadi inspirasi kita untuk ambil bola langsung main dua lawan dua dan ingin cetak gol seperti mereka. Mencetak gol membuat kita merasa antusias sebagai pemain maupun untuk yang sedang menonton,”jawabnya saat mendapat pertanyaan dari salah satu suporter. 


CR Flamengo, klub favorit Beto

Beto tumbuh di Brasil dengan mengidolakan klub yang berbasis di Rio de Janeiro, yakni CR Flamengo. Beto kecil mengikuti jejak sang ayah mendukung Flamengo yang juga sempat menjadi klub legenda Brasil, Zico. Acapkali Beto meluangkan waktu subuh, pagi, atau malam untuk menonton klub kesayangannya tersebut bermain.


“Di Brasil saya suka Flamengo. Tadi sebelum ke sini saya menonton Flamengo di Copa Libertadores dan menang 4-1 lawan Olimpia. Pokoknya di sini kalau subuh, pagi, atau malam saya selalu nonton Flamengo, klub favorit saya sejak kecil. Dulu mereka punya Zico yang sukses di Jepang. Waktu itu dia (Zico) memakai nomor 10 saat ayah saya mendukung Flamengo dan saya pun ikut mendukung. Kemarin Flamengo kalah lawan Liverpool di final (Club World Cup 2019), aduh saya sampai menangis karena Flamengo tim yang ada di darahku,”ceritanya sambil tersenyum tipis. 


Dua Ronaldo (Nazario & Cristiano) jadi inspirasi

Salah seorang suporter bertanya, “Siapa pemain sepak bola yang menginspirasi Beto?” Tidak perlu waktu lama, dua sosok tersohor yang memiliki kesamaan nama dan datang dari dua generasi berbeda menjadi jawaban. Beto menjadikan Ronaldo Nazario sebagai inspirasinya dalam mencetak gol sejak kecil dan menganggap Cristiano Ronaldo sebagai panutan pesepakbola masa kini. 


“Ronaldo (Nazario). Karena memang dia punya kualitas dan cadas untuk mencetak gol. Tapi untuk saat ini yang masih aktif bermain bola, adalah Ronaldo (Cristiano). Karena tidak hanya kerja keras di lapangan, namun di luar dia juga memberi contoh yang baik bagi pemain lain,”tegasnya. 


Profesionalitas yang ditunjukkan oleh Cristiano Ronaldo ia terapkan selama karirnya sebagai pesepakbola. Hal tersebut yang membuatnya masih kuat dan mau bermain hingga sekarang usianya telah menginjak 40 tahun. Sokongan dari keluarga yang ada di Indonesia dan Brasil, disiplin dalam keseharian, dan mimpi-mimpi yang masih tertahan menjadi sebab dirinya masih haus merumput di lapangan hijau. 


“Saya masih haus mencapai gelar top skor dan juara. Meski saya tahu masih sulit tapi saya masih mimpi bawa piala untuk Timnas Indonesia. Saya tau itu makin sulit, tapi saya akan selalu siap membela Timnas Indonesia karena saya cinta negara ini dan masih merasa kurang prestasi saya di Timnas (Indonesia). Keluarga juga menjadi motivasi saya. Mereka sangat mendukung dari Brasil maupun di sini. Dari tes fisik saya juga masih selalu mendapat hasil bagus, kemarin terakhir saya mendapat posisi empat paling atas. Selama masih kuat saya akan terus bermain. Sekarang saya 40 tapi masih serasa 20,”terang Beto yang diakhiri dengan tawa lepas. 


Ambisi Beto sebagai juru gedor yang haus gol dan juara bukan sekedar ucapan atau mimpi. Ia selalu menargetkan 20 gol minimal yang harus dicetak selama semusim, termasuk saat ini ketika membela PERSIS. Kepercayaan tinggi untuk membawa Laskar Sambernyawa ke kasta tertinggi juga selalu ia jaga dan buktikan dengan kerja keras di dalam maupun di luar lapangan.


“Selalu saya punya target pribadi 20 gol sejak pertama kali saya datang di Indonesia pada 2007. Puji Tuhan saya selalu bisa lewati kecuali dua musim saat di Arema karena waktu itu saya bermain tidak di posisi saya karena ada Gonzales di sana. Pasti kita bisa bawa tim ini ke Liga 1. Kita saling percaya dan saling dukung. Kita kerja keras di lapangan, kalian (suporter dan masyarakat) juga dukung kita di rumah, pasti bisa bawa PERSIS ke Liga 1,”pungkasnya.


Simak segmen lengkap #TanyaBeto melalui kanal Youtube PERSIS Solo. PERSIS Solo, Sakjose!

Kata Kunci Terkait


  • Pemain
  • Beto Goncalves
  • TanyaBeto
  • PERSIS

Berita Lainnya


Bergabung Bersama Kami

Daftar di sini untuk mendapatkan berita terbaru, pembaruan, dan penawaran khusus yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda

Copyright © 2021 PERSIS Solo